Total Tayangan Laman

Minggu, 05 Februari 2012

Derajat Hadits Fadhilah Surat Yasin


 Derajat Hadits Fadhilah Surat Yasin” ketegori Muslim. Derajat Hadits Fadhilah Surat Yasin
Yazid bin Abdul Qadir Jawas
MUQADDIMAH
Kebanyakan kaum muslimin membiasakan membaca “surat Yasin”, baik pada malam
Jum’at , ketika
mengawali atau menutup majlis ta’lim, ketika ada atau setelah kematian dan pada
acara-acara lain yang mereka anggap penting.
Saking seringnya surat Yasin dijadikan bacaan di berbagai pertemuan dan kesempatan,
sehingga mengesankan, Al-Qur’an itu hanyalah berisi surat Yasin saja. Dan kebanyakan
orang membacanya memang karena tergiur oleh fadhilah atau keutamaan surat
Yasin dari hadits-hadits yang banyak mereka dengar, atau menurut keterangan
dari guru mereka.
Al-Qur’an yang di wahyukan Allah adalah terdiri dari 30 juz. Semua surat dari
Al-Fatihah sampai An-Nas, jelas memiliki keutamaan yang setiap umat Islam wajib
mengamalkannya. Oleh karena itu sangat dianjurkan agar umat Islam senantiasa
membaca Al-Qur’an. Dan kalau sanggup hendaknya menghatamkan Al-Qur’an setiap
pekan sekali, atau sepuluh hari sekali, atau dua puluh hari sekali atau khatam
setiap bulan sekali. .
Sebelum melanjutkan pembahasan, yang perlu dicamkan dan diingat dari tulisan
ini, adalah dengan membahas masalah ini bukan berarti penulis melarang atau
mengharamkan membaca surat Yasin.
Sebagaimana surat-surat Al-Qur’an yang lain, surat Yasin juga harus kita baca.
Akan tetapi di sini penulis hanya ingin menjelaskan kesalahan mereka yang menyandarkan
tentang fadhilah dan keutamaan surat Yasin kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi
wa sallam.
Selain itu, untuk menegaskan bahwa tidak ada tauladan dari Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam membaca surat Yasin setiap malam Jum’at, setiap memulai atau
menutup majlis ilmu, ketika dan setelah kematian dan lain-lain.
Mudah-mudahan keterangan berikut ini tidak membuat patah semangat, tetapi
malah memotivasi untuk membaca dan menghafalkan seluruh isi Al-Qur’an serta
mengamalkannya.
KELEMAHAN HADITS-HADITS TENTANG FADHILAH SURAT YASIN
Kebanyakan umat Islam membaca surat Yasin karena -sebagaimana dikemukakan
di atas- fadhilah dan ganjaran yang disediakan bagi orang yang
membacanya. Tetapi, setelah penulis melakukan kajian dan penelitian tentang
hadits-hadits yang menerangkan fadhilah surat Yasin, penulis dapati Semuanya
Adalah Lemah.
Perlu ditegaskan di sini, jika telah tegak hujjah dan dalil
maka kita tidak boleh berdusta atas nama Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa
sallam sebab ancamannya adalah Neraka. {Hadits Riwayat Bukhari, Muslim, Ahmad
dan lainnya}.
HADITS DHA’IF DAN MAUDHU’
Adapun hadits-hadits yang semuanya dha’if dan atau maudhu’
yang dijadikan dasar tentang fadhilah surat Yasin diantaranya adalah
sebagai berikut :
·  “Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin dalam suatu malam, maka ketika
ia bangun pagi hari diampuni dosanya dan siapa yang membaca surat Ad-Dukhan
pada malam Jum’at maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya”.
. Keterangan : Hadits ini Palsu.
Ibnul Jauzi mengatakan, hadits ini dari semua jalannya adalah batil, tidak
ada asalnya. Imam Daruquthni berkata : Muhammad bin Zakaria yang
ada dalam sanad hadits ini adalah tukang memalsukan hadits. {Periksa : Al-Maudhu’at,
Ibnul Jauzi, I/246-247, Mizanul I’tidal III/549, Lisanul Mizan V/168, Al-Fawaidul
Majmua’ah hal. 268 No. 944}.
·  “Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin pada malam hari karena mencari
keridhaan Allah, niscaya Allah mengampuni dosanya”. Keterangan : Hadits ini Lemah.
Diriwayatkan oleh Thabrani dalam kitabnya Mu’jamul Ausath dan As-Shaghir
dari Abu Hurairah, tetapi dalam sanadnya ada rawi Aghlab bin Tamim.
Kata Imam Bukhari, ia munkarul hadits. Kata Ibnu Ma’in, ia tidak
ada apa-apanya . {Periksa : Mizanul I’tidal I:273-274 dan Lisanul
Mizan I : 464-465}.
·  “Artinya : Siapa yang terus menerus membaca surat Yasin pada setiap malam,
kemudian ia mati maka ia mati syahid“. Keterangan : Hadits ini Palsu.
Hadits ini diriwayatkan oleh Thabrani dalam Mu’jam Shaghir dari Anas, tetapi
dalam sanadnya ada Sa’id bin Musa Al-Azdy, ia seorang pendusta dan
dituduh oleh Ibnu Hibban sering memalsukan hadits. {Periksa : Tuhfatudz
Dzakirin, hal. 340, Mizanul I’tidal II : 159-160, Lisanul Mizan III : 44-45}.
·  “Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin pada permulaan siang
maka akan diluluskan semua hajatnya”. Keterangan : Hadits ini Lemah.
Ia diriwayatkan oleh Ad-Darimi dari jalur Al-Walid bin Syuja’. Atha’
bin Abi Rabah, pembawa hadits ini tidak pernah bertemu Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam. Sebab ia lahir sekitar tahun 24H dan wafat tahun 114H.
{Periksa : Sunan Ad-Darimi 2:457, Misykatul Mashabih, takhrij No. 2177,
Mizanul I’tidal III:70 dan Taqribut Tahdzib II:22}.
·  “Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia membaca
Al-Qur’an dua kali”. . Keterangan : Hadits ini Palsu.
.
·  “Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia membaca
Al-Qur’an sepuluh kali”. . Keterangan : Hadits ini Palsu.
.
·  “Artinya : Sesungguhnya tiap-tiap sesuatu mempunyai hati dan hati
Al-Qur’an itu ialah surat Yasin. Siapa yang membacanya maka Allah akan memberikan
pahala bagi bacaannya itu seperti pahala membaca Al-Qur’an sepuluh kali”. Keterangan : Hadits ini Palsu.
Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Ad-Darimi 2:456.
Di dalamnya terdapat Muqatil bin Sulaiman. Ayah Ibnu Abi Hatim berkata
: Aku mendapati hadits ini di awal kitab yang di susun oleh Muqatil bin
Sulaiman. Dan ini adalah hadits batil, tidak ada asalnya. {Periksa : Silsilah
Hadits Dha’if No. 169, hal. 202-203} Imam Waqi’ berkata : Ia adalah tukang
dusta. Kata Imam Nasa’i : Muqatil bin Sulaiman sering dusta.
.
·  “Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin di pagi hari maka akan dimudahkan
urusan hari itu sampai sore. Dan siapa yang membacanya di awal
malam maka akan dimudahkan urusannya malam itu sampai pagi”. Keterangan : Hadits ini Lemah.
Hadits ini diriwayatkan Ad-Darimi 2:457 dari jalur Amr bin Zararah. Dalam
sanad hadits ini terdapat Syahr bin Hausyab. Kata Ibnu Hajar : Ia
banyak memursalkan hadits dan banyak keliru. {Periksa : Taqrib I:355, Mizanul
I’tidal II:283}.
·  “Artinya : Bacakanlah surat Yasin kepada orang yang akan mati di antara
kamu”. Keterangan : Hadits ini Lemah.
Diantara yang meriwayatkan hadits ini adalah Ibnu Abi Syaibah {4:74 cet.
India}, Abu Daud No. 3121. Hadits ini lemah karena Abu Utsman, di
antara perawi hadits ini adalah seorang yang majhul ,
demikian pula dengan ayahnya. Hadits ini juga mudtharib {goncang
sanadnya/tidak jelas}.
·  “Artinya : Tidak seorang pun akan mati, lalu dibacakan Yasin di sisinya
melainkan Allah akan memudahkan atasnya”. Keterangan : Hadits ini Palsu.
Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam kitab Akhbaru Ashbahan I :188.
Dalam sanad hadits ini terdapat Marwan bin Salim Al Jazari. Imam
Ahmad dan Nasa’i berkata, ia tidak bisa dipercaya. Imam Bukhari, Muslim
dan Abu Hatim berkata, ia munkarul hadits. Kata Abu ‘Arubah Al Harrani,
ia sering memalsukan hadits. .
Penjelasan
Abdullah bin Mubarak berkata : Aku berat sangka bahwa orang-orang zindiq
itulah yang telah membuat riwayat-riwayat itu {hadits-hadits
tentang fadhilah surat-surat tertentu}. Dan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata
: Semua hadits yang mengatakan, barangsiapa membaca surat ini akan diberikan ganjaran
begini dan begitu SEMUA HADITS TENTANG ITU ADALAH PALSU. Sesungguhnya orang-orang
yang memalsukan hadits-hadits itu telah mengakuinya sendiri. Mereka berkata, tujuan
kami membuat hadits-hadits palsu adalah agar manusia sibuk dengan {membaca surat-surat
tertentu dari Al-Qur’an} dan menjauhkan mereka dari isi Al-Qur’an yang lain, juga
kitab-kitab selain Al-Qur’an. {Periksa : Al-Manarul Munffish Shahih Wadh-Dha’if,
hal. 113-115}.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar