Total Tayangan Laman

Minggu, 05 Februari 2012

KESALAHAN DALAM THAHARAH



1.Pertanyaan:Apa hukumnya berdoa setiap kali mencuci anggota wudhu?
Jawaban:Berdoa setiap kali mencuci anggota wudhu,seperti berdoa mencuci wajah,tangan kanan, dengan doa:
“Ya Allah,putihkanlah wajahku pada hari dimana putihnya wajah sebagaimana manusia.”
Atau ketika mencuci tangan dengan doa:
“Ya Allah,berikanlah kitab catatan amalku melalui tangan kananku.”
Hal itu berdasarkan hadits yang bersumber dari sahabat Anas bin Malik yang menyebutkan bahwa Rasulullah saw pernah berkata kepadanya,”Wahai Anas mendekatlah kepadaku,aku ajarkan kepadamu tata cara berwudhu yang benar.”Maka aku mendekat kepadanya.Tatakala beliau membasuh kedua tangannya beliau berdoa:
“Dengan menyebut nama Allah dan segala puji bagi Allah,tiada daya dan upaya kecuali milik Allah.”
Dan tatkala beliau beristinja,maka beliau berdoa:
“Ya Allah,jagalah kemaluanku dan mudahkanlah urusanku.
Menanggapi tentang kedudukan hadits ini,Imam Nawawi berkata:Seluruh doa ini tidak ada sumbernya yang benar dari Rasulullah saw.
Imam Ibnu Shalah berkata:Kedudukan hadits ini tidak shahih.
Imam Ibnu Qayyim berkata:Tidak ada satu doa pun yang shahih dalam berwudhu yang bersumber dari Rasulullah saw,kecuali beliau membaca basmallah ketika memulai berwudhu.Dan seluruh hadits yang menyebutkan dzikir-dzikir dalam berwudhu,yang disandarkan kepada beliau adalah perkataan dusta yang keji.Rasulullah saw tidak pernah membaca dzikir-dzikir tersebut,tidak pula mengajarkan kepada ummatnya,dan tidak ada yang shahih kecuali beliau membaca basmallah ketika beliau memulai wudhu dan ketika beliau selesai wudhu beliau membaca:
“Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang hak untuk disembah kecuali Allah.Dia Maha Tunggal dan tidak ada sekutu bagi-Nya.Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.Ya Allah,jadikanlah aku diantara golongan orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang membersihkan diri.(HR.Tirmidzi).
Hadits diatas hanya kami cantumkan artinya saja bagi yang ingin mengetahui tentang lafaz bahasa Arab nya silahkan lihat didalam kitab hadits shahih Muslim dan sunan at-Tirmidzi.
Kesimpulan:Doa mencuci muka,tangan,hidung dan lainya sewaktu berwudhu tidak ada yang shahih menurut ulama ahli hadits kecuali sewaktu memulai wudhu Rasulullah sw membaca basmallah dan ketika selesai wudhu Rasulullah membaca Syahadat saja dan ada doa tambahan sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dalam sunan nya yang dinyatakan shahih.Ulama ahli hadits mengatakan,hadits yang menerangkan perlu kepada doa sewaktu membasuh muka,tangan dan lainnya adalah tidak ada asal usulnya(palsu).Jadi selayaknya kita meninggalkan sesuatu hal yang tidak ada sumbernya dari Rasulullah saw.
2. Pertanyaan:Apa hukunya melafazkan niat ketika hendak berwudhu?
Jawaban:Melafazkan niat ketika hendak berwudhu adalah tidak ada contohnya dari Rasulullah saw dan para sahabatnya.Ini adalah salah satu perbuatan yang diada-adakan didalam agama sementara Rasulullah saw bersabda:
“Rasulullah saw bersabda:Barang siapa yang melakukan suatu amal yang tidak kami perintahkan,maka hal itu tertolak.(HR.Muslim dari Aisyah)”.
Rasulullah saw bersabda:Amma ba`d:Sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah kitabullah dan sebaik-baik tuntunan adalah tuntunan Muhammad saw,sementara seburuk-buruk perkara adalah hal-hal baru yang diada-adakan,dan setiap bid`ah adalah sesat.(HR.Muslim dari Jabir r.a.)
Kesimpulan:Tidak disyariatkan melafazkan niat ketika hendak berwudhu karena perbuatan ini adalah bid`ah yang diada-adakan didalam agama.
3. Pertanyaan:Apa hukum mengusap lutut ketika berwudhu.
Jawaban:Tidak ada satupun dalil yang menerangkan bahwa Rasulullah saw ketika berwudhu mengusap lututnya.Dan Perbuatan ini adalah bid`ah yang diada-adakan didalam agama karena telah menyelisihi sunnah Rasulullah saw.Dan tidak patut kita melakukan apa yang tidak di contohkan oleh Rasulullah saw.
Rasulullah saw bersabda:Barang siapa yang melakukan suatu amal yang tidak kami perintahkan,maka hal itu tertolak.(HR.Muslim dari Aisyah).
Rasulullah saw bersabda:Amma ba`d:Sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah kitabullah dan sebaik-baik tuntunan adalah tuntunan Muhammad saw,sementara seburuk-buruk perkara adalah hal-hal baru yang diada-adakan,dan setiap bid`ah adalah sesat.(HR.Muslim dari Jabir r.a.)

4.Pertanyaan:Apa hukum membasuh leher ketika berwudhu.
Jawaban:Membasuh leher saat berwudhu adalah menyelisihi seluruh hadits yang menerangkan tentang sifat wudhu Rasulullah saw.Karena tidak ada satupun hadits yang menerangkan Rasulullah mengusap lehernya ketika berwudhu.
Ibnu Qayyim berkata:Tidak ada riwayat yang shahih yang menyatakan bahwa Rasulullah saw,membasuh lehernya saat berwudhu.Dan riwayat tentang hal itu aku tidak perdulikan,Adapun yang berhujjah dengan dalil,”Membasuh leher saat berwudhu sakan menyelamatkan diri dari sifat dengki.”Ini adalah hadits palsu yang tidak pernah diucapkan oleh Rasulullah saw.
5.Pertanyaan:Apa hukum membasuh anggota wudhu lebih dari tiga kali?
Jawaban:Tidak ada satupun dari hadits yang menerangkan bahwa Rasulullah saw berwudhu lebih dari tiga kali.Dan perbuatan ini termasuk kejahatan dan melewati batas dan menzalimi dirinya.Sebagaimana sabda Rasulullah saw:
“Dari Amr bin Syu`aib dari bapaknya dari datuknya,ia berkata:Datang seorang arab gunung kepada Nabi saw dan bertanya kepadanya tentang wudhu.Maka Nabi unjukkan dia wudhu tiga-tiga kali,lalu Nabi bersabda:Beginilah cara wudhu,maka barang siapa tambah dari tiga kali ini,sesungguhnya ia telah berbuat kejahatan,dan melewati batas dan menzalimi dirinya.(HR.Ahmad,an-Nassai,Ibnu Majah dan Abu Dawud).
Rasulullah saw bersabda:Barang siapa yang melakukan suatu amal yang tidak kami perintahkan,maka hal itu tertolak.(HR.Muslim dari Aisyah).
Rasulullah saw bersabda:Amma ba`d:Sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah kitabullah dan sebaik-baik tuntunan adalah tuntunan Muhammad saw,sementara seburuk-buruk perkara adalah hal-hal baru yang diada-adakan,dan setiap bid`ah adalah sesat.(HR.Muslim dari Jabir r.a.)
Kesimpulan:Selayaknya kita meninggalkan perbuatan yang menyelisihi dari sunnah Rasulullah saw.
6.Pertanyaan:Apa hukum membasuh rambut dan telinga ketika wudhu sebanyak tiga kali?
Jawaban:Menurut sunnah adalah,sapuan diatas kepala cukup dengan sekali usapan dengan dimulainya pada tumbuhnya rambut lantas menarik kedua telapak tangan kebelakang hingga tengkuk,dan mengembalikan kembali telapak tangan keposisi semula.Dan langsung menyapu kedua telinga dengan air yang tersisa ditangan.Sebagaimana sabda Rasulullah saw:
Dari Ibnu Abbas r.a. berkata:Saya  telah melihat Rasulullah mengambil wudhu…..dan menyapu akan kepalanya dan dua telinganya dengan satu kali sapu.(HR.Ahmad).
Inilah sunnah Rasulullah berdasarkan hadits yang shahih.Mengenai hadits yang menerangkan menyapu rambut dan telinga dengan tiga kali usapan adalah hadits dha`if(lemah) menurut ahli hadits yang tidak boleh dijadikan pegangan.Selayaknya kita bersandar kepada hadits yang shahih dalam menetapkan hukum.
7.Pertanyaan:Apa hukum membasuh kedua tangan dengan memulai menyiram air dari siku hingga ketelapak tangan dalam berwudhu?
Jawaban:Kebiasaan ini banyak dilakukan oleh orang-orang yang tidak mengerti bagaimana sifat wudhu Nabi saw itu dengan benar.Mereka membasuh kedua tangannya dengan menyiram air dari siku hingga ketelapak tangannya.Sungguh ini telah menyelisihi dari sifat wudhu Nabi saw.Semantara Allah Ta`ala berfirman:
“Dan basuhlah kedua tanganmu hingga kedua siku.(QS.Al-Maidah:6).
Dari Humran,bahwasanya,Utsman minta air wudhu,lalu ia cuci kedua tangannya tiga kali;Kemudian ia berkumur-kumur dan menaikkan air ke hidung dan menghembuskannya,kemudian ia cuci mukanya tiga kali,kemudian ia cuci tangannya yang kanan sampai siku tiga kali,kemudia yang kiri demikian……..kemudian ia berkata:Saya pernah lihat Rasulullah saw.Berwudhu seperti wudhu saya ini.(HR.Muttafaqalaih).
Dengan keterangan diatas jelaslah buat kita bahwa menyiram tangan saat berwudhu itu bukan dari siku ke telapak tangan,tetapi dari telapak tangan hingga kedua siku.Dan begitu juga dengan membasuh kaki yang benar adalah menyiram dari jari kaki hingga kedua mata kaki,bukan dari lutut sampai ke telapak kaki.Hal ini Allah Ta`aala berfiarman:
“Dan basuhlah kaki-kaki kalian sampai kedua mata kaki.(QS.Al-Maidah:6).
Hendaklah kita belajar mengenai bagaimana wudhu yang benar menurut wudhu Rasulullah saw.
8.Pertanyaan:Apa hukum Berkata kepada orang yang berwudhu,Zam-zam (kumpulkan-kumpulkan)?
Jawaban:Sebagian orang berkata kepada orang yang sedang berwudhu,Zam-zam.Lantas orang tersebut menjawab,Jam`an (telah terkumpul).Perbuatan ini tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah saw,dan juga sahabatnya,hal ini merupakan bid`ah yang diada-adakan didalam agama.Jadi selayaknya kita meninggalkan perbuatan yang tidak ada contohnya dari Rasulullah saw dan sahabatnya.
Rasulullah saw bersabda:Barang siapa yang melakukan suatu amal yang tidak kami perintahkan,maka hal itu tertolak.(HR.Muslim dari Aisyah).
Rasulullah saw bersabda:Amma ba`d:Sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah kitabullah dan sebaik-baik tuntunan adalah tuntunan Muhammad saw,sementara seburuk-buruk perkara adalah hal-hal baru yang diada-adakan,dan setiap bid`ah adalah sesat.(HR.Muslim dari Jabir r.a.)
9.Pertanyaan:Apa hukumnya mandi shafar?
Jawaban:Mandi Shafar itu ialah mandi yang sering kali dikerjakan oleh orang islam pada hari Rabu yang penghabisn dari bulan Shafar,diluar kota dan ditepi-tepi laut,dan disitu mereka bersama-sama minum air yang direndam dengan kertas atau daun mangga yang ditulisi dengan lafazh-lafazh,dengan maksud supaya tertolak bala.Mandi Shafar tersebut tidak pernah dikerjakan oleh Rasulullah saw,dan para sahabatnya.Dan perbuatan tersebut adalah bid`ah yang diada-adakan oleh orang-orang yang jahil,jadi selayaknya kita meninggalkan perbuatan tersebut.
Rasulullah saw bersabda:Barang siapa yang melakukan suatu amal yang tidak kami perintahkan,maka hal itu tertolak.(HR.Muslim dari Aisyah).
Rasulullah saw bersabda:Amma ba`d:Sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah kitabullah dan sebaik-baik tuntunan adalah tuntunan Muhammad saw,sementara seburuk-buruk perkara adalah hal-hal baru yang diada-adakan,dan setiap bid`ah adalah sesat.(HR.Muslim dari Jabir r.a.)
10.Pertanyaan:Apa hukum membaca lafazh ushalli sewaktu mandi jinabat?
Jawaban:Tidak ada satupun dalil baik dari Al-Qur`an maupun dari hadits yang shahih memerintahkan kita untuk membaca ushalli sewaktu hendak mandi jinabat.Hal ini tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah saw dan sahabatnya.Perbuatan ini adalah bid`ah yang sesat didalam agama.Yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengerti dengan sunnah.
Rasulullah saw bersabda:Barang siapa yang melakukan suatu amal yang tidak kami perintahkan,maka hal itu tertolak.(HR.Muslim dari Aisyah).
Rasulullah saw bersabda:Amma ba`d:Sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah kitabullah dan sebaik-baik tuntunan adalah tuntunan Muhammad saw,sementara seburuk-buruk perkara adalah hal-hal baru yang diada-adakan,dan setiap bid`ah adalah sesat.(HR.Muslim dari Jabir r.a.)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar